English French Russian Japanese Arabic


Dulu, Aku Sakit Karena Dakwah..

Teman se-aqidah dalam perjalanan, ada hal yang ingin kusampaikan. Arti Sakit dan dakwah itu sendiri tentu secara bahasa kita telah mengenalnya.
Duluu, Menjadi seorang Mahasiswa baru ialah sebuah rasa cemas dan bahagia, karena seringnya mereka (senior) yang bertingkatan tinggi seolah mempunyai kekuasaan lebih terhadap maba yang lagi polos-polosnya bertingkah. Selain itu, bahagianya sih bertemu sama saudara baru, keluarga baru dan target baru, eiit, target pencapaian ilmu berguna tentunyaa, hehee :D.

Dakwah, bercerita tentangnya, aku agak kaku dalam menggambarkannya, yang jelas ia sering menghampiri, ia menyapa manja, bahkan lewat senyum  yang tak lelah agar aku mengikuti dan menyapa balik padanya.

Pesona dakwah itupun, pada akhirnya menggoda aku untuk ikut bergabung bersama padanya.
Menjadi sebagai bagian dari keanggotaan di lembaga dakwah fakultas, lembaga itu bernama Fosmi Safinatul ‘Ulum, aku dididik untuk mempersiapkan diri menuju ilahi melalui sebuah kelompok, yakni Mentoring. Sebuah wadah yang dulu kupandang sebagai tempat bercerita, berbagi keluh kesah untuk dimintai solusi. Mentoring juga menumbuhkan rasa cinta pada saudara dalam keimanan, juga terdapat pesan yang untuk disebarkan guna perbaikan.. 

Dan Aku pun mulai cinta, yakni cinta dengan aktifitas yang berada di dalamnya.
 Mentoring yang terus kujalani untuk terus menjaga juga berbagi cinta sebagai symbol peduli sesama. Tapi, lambat laun aktifitas ini kujalani, aku mulai merasakan sakit, sakit yang berkepanjangan, sakit yang membuat aku lelah untuk menjalani, karena Dakwah yang dulu kuanggap mempunyai  arti menerima, yakni menerima anggapan baik dari yang setiap kudakwahi.

Bagaimana tak ku rasakan sakit, sa’at kutunaikan dakwah, lelah yang kurasa, sa’at kutunaikan dakwah, cemoohan yang kuterima, dan sa’at kutunaikan dakwah, tolakan dahsyat yg meliputinya, sakit bukan ?  Suara halus yang tak tampak rupanya, terus menghasuti diri untuk pergi meninggalkan aktifitas yang dijalani :’)

Tapii, bisikan itu terabaikan…
Diabaikan untuk belajar tertatih membuka mata, hati, belajar memberi cinta, bahwa dakwah bukan tentang arti menerima, dakwah bukan juga hanya ucapan bibir yang sekedar bersuara. Tetapi Dakwah itu memberi apa yang dipunya, bahkan bukan lagi sisa-sisa waktu, adapun menyisakan waktu untuk nya.

Kalimat Cinta-Nya untuk ia (Muhammad) dan kita :’)

“Dan sesungguhnya telah Kami jelaskan kepada manusia segala macam perumpamaan dalam Al-Qur’an ini. Dan jika engkau membawa suatu ayat kepada mereka, pastilah orang-orang kafir akan berkata, “Kamu hanyalah orang-orang yang membuat kepalsuan belaka. Demikianlah Allah mengunci hati orang-orang yang tidak mau memahami . Maka, Bersabarlah engkau (Muhammad), sungguh janji Allah itu benar dan sekali-kali jangan sampai orang-orang yang tidak meyakini (kebenaran ayat-ayat Allah itu menggelisahkan engkau” (Q.S Ar- rum 58-60)

Jika kita berdakwah, maka tolakan yang diterima, apa kita harus bersedih ? Tentu tidak. Karena pada prinsipnya dalam dakwah mu adalah beri yang kau mampu, kau bisa, dan kau punya tanpa mengharap balasan untuk diterima,karna pada dasarnya Allah tak memberi perubahan pada ia yang tak diingini untuk diberi setitik cahaya, ini pun tertulis indah dalam kitab-Nya.

“Dan orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami adalah pekak, bisu dan berada dalam gelap gulita. Barangsiapa yang dikehendaki (kesesatannya), niscahya disesatkan-Nya.Dan barangsiapa yang dikehendaki Allah untuk mendapat petunjuk), niscaya Dia menjadikannya berada di atas jalan yang lurus” (QS.6.39).


Maka dari itu, untuk mencintai Dakwah bukan tentang apa yang didapat setelah ditunaikan, karena Allah lah yang berperan dalam setiap perubahan, kalau lah dari dakwah yang diterima itu kebaikan, itu keberkahan yang Allah berikan. Bila yang didapat kesedihan, ingatlah kesedihan itu yang nantinya akan menguatkan.

Salam kece J

0 komentar:

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.
 
Support : Your Link | Your Link | Your Link
Copyright © 2013. Cerita dan Cita - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger